RSS Feed
  1. Pregnancy 2.0

    May 22, 2013 by dessey

    Setelah melahirkan anak pertama, tentunya pertanyaan selanjutnya pun hadir: kapan mau punya anak kedua? Dan dengan sekarang Aqila sudah hampir 2 tahun, pertanyaan dari sekitar pun semakin gencar. Ya, walaupun kadang agak kesal, tapi nda bisa dipungkiri – saya juga jadi mulai berpikir.. kapan ya? Apalagi banyak teman dekat yang sedang hamil anak kedua di saat yang hampir berbarengan, kadang ada juga perasaan ingin hamil lagi. Hamil kok latah, haha..

    Tapi bener lho, kalau saya sih terus terang sangat menikmati jadi ibu hamil. We get all the privileges: nda usah antri, dapat tempat duduk khusus, kalau pilih restoran semua orang bilang “terserah bumil”, dan sebagainya. Kalau anaknya sudah lahir kan gantian ya, anaknya yang jadi bos, bukan kita lagi xP

    Nah karena sangat menikmati jadi ibu hamil itu lah, saya juga tetap tertarik sama hal-hal baru seputar kehamilan. Kan lumayan juga kalau dari sekarang sudah menyicil info yang bisa memudahkan kehamilan kedua. Ya masih belum jelas juga mau kapan sih, tapi kan a little preparation can’t hurt :)

    Beberapa hari yang lalu saya diberitahu seorang kenalan mengenai app A+ Mama, yang katanya dibuat untuk ibu hamil. Karena penasaran, saya download di Galaxy Note saya. Dan ada beberapa hal yang menurut saya bisa banget berguna buat kalau saya hamil anak kedua nanti, dan juga buat ibu-ibu yang sekarang memang sedang hamil tentunya :)

    1. Kick Counter.
    Dulu waktu hamil Aqila, setelah mulai terasa tendangan pertama, saya diberi kartu sama Obgyn saya, untuk mencatat tiap kali bayi menendang. Kalau sudah 10x dalam 10 jam, berarti aman. Repotnya karena bentuknya kertas, jadi saya harus bolak balik mengeluarkan dan memasukkan kartu dan bolpen dari dalam tas. Sementara dengan app ini, tinggal klik saja sudah langsung tercatat. Dan karena handphone saya hampir tidak pernah lepas dari genggaman, jadi lebih praktis kan? Selain itu ada history-nya juga, jadi kalau ada yang sedikit di luar kebiasaan – misalnya biasanya sampai siang sudah 10x, tapi ini sampai sore belum – bisa diamati di sini.

     

    Kick Counter 1.0

    Kick Counter 1.0

     

    Kick Counter

    Kick Counter 2.0

     

    2. Contraction Timer.

    Kalau sudah dekat saatnya melahirkan, yang bikin waswas adalah kalau kontraksi muncul. Berapa lama kontraksi, intervalnya berapa lama, itu yang kalau sudah dekat waktunya, suka salah hitung – entah karena panik, sibuk yang lain, atau ya kalau saya kemarin, karena sudah ngantuk aja. Saya juga pernah menjenguk teman yang sedang dalam proses melahirkan, dan berusaha menghitung kontraksi dengan stopwatch di smartphone-nya. Yang ada salah pencet terus, dan tidak ada history-nya, jadi makin pusing. Kalau di app ini, karena tool-nya memang khusus untuk menghitung kontraksi dan interval,jadi tinggal satu saja yang diklik untuk start maupun stop kontraksi. Jadi tidak perlu mengingat-ingat terakhir kontraksi dan interval berapa karena sudah tercatat. One less thing to worry about!

    Contraction Timer

    Contraction Timer

     

    Ada juga info perkembangan janin week by week. Setelah download, kita akan diminta memasukkan tanggal menstruasi terakhir, untuk menghitung usia kehamilan. Nanti pada saat masuk ke bagian Smart Tools > Fetus Transformation, akan dijelaskan perubahan apa yang sedang terjadi baik pada tubuh ibu, maupun kepada bayi kita. Selalu menarik membaca, walaupun dulu sudah pernah, tapi ini saya saja kembali menikmati. It’s always amazing to know how that little thing inside of you is growing, and how your body is doing magic tricks to prepare for the baby’s arrival into the world.

    Fetus Transformation

    Fetus Transformation

     

    Selain fitur-fitur itu, masih ada beberapa hal lain yang menurut saya bisa cukup berguna, walaupun sekarang belum bisa diakses karena sepertinya masih under development, seperti reminder, check list, dan medication tracker. Bayangan saya. nantinya buat semua yang berhubungan dengan kehamilan cukup buka app ini saja, untuk memasukkan jadwal check up, list down apa saja yang harus dibeli dan dibawa ke Rumah Sakit, jadwal minum obat/vitamin, lihat info perkembangan janin, hitung tendangan bayi, sampai menghitung waktu kontraksi..  Pregnancy 2.0 lah intinya ;P

    Mom's Helper

    Mom’s Helper

     

    App A+ Mama by EnfaMama A+  ini ada di iOS, Android dan juga Blackberry – and it’s available for free download. Bisa dicari di App Store, Play Store, App World,dengan memakai keyword A+ Mama –  atau untuk informasi lebih lengkap tentang bagaimana cara mendownload bisa dilihat di sini . Silahkan coba kalau anda sedang hamil, atau sedang menimbang-nimbang untuk hamil lagi, seperti saya.. hehe :)


  2. Karena Kasih Ibu Tidak Sebatas ASI

    February 16, 2013 by dessey

    Sebelum saya melahirkan, saya sudah berniat akan memberikan ASI sebisa mungkin untuk anak saya. Jadilah saya pun rajin, bertanya sana sini ke teman-teman yang sudah duluan menjadi ibu, baca-baca forum @theurbanmama, menghadiri kelas laktasi, dan sebagainya. Tentunya dengan harapan, paling tidak bisa ASIX lah sampai 6 bulan.

    Dari berbagai sumber itu kemudian saya pun mengambil kesimpulan, kalau selain karena usaha, banyak faktor lain yang juga berpengaruh. Seperti misalnya lingkungan, dan yang paling penting : mindset. Saya pun belajar dari beberapa teman, kalau semakin stress, semakin challenging untuk memberikan ASI. Dan kadang keinginan yang terlalu kuat untuk hanya memberikan ASI itu yang akhirnya menjadi halangan. Sampai akhirnya saya memutuskan bahwa saya akan pasrah. Pokoknya tidak akan ngoyo, usaha sebisa mungkin tapi kalau memang tidak memungkinkan ya gimana lagi. Dan saya dan suami pun tidak really into the concept of Donor ASI, jadi ya semua akan benar-benar tergantung kita sendiri.

    Ujian pertama setelah melahirkan: ternyata anak saya tongue-tied. Dan level yang paling parah pula. Dua minggu pertama adalah benar-benar siksaan secara fisik. Luka, lecet, darah, sudah jadi menu sehari-hari. Sampai ada masanya Aqila gumoh bercampur darah, yang ternyata asalnya dari luka saya yang terbuka :( Alhamdulillah, insisi yang dilakukan membawa perubahan baik, jadi kira-kira Aqila berumur 3 mingguan saya sudah bisa menyusui tanpa harus menahan sakit.

    Kemudian datanglah ujian kedua, kembali bekerja. Kantor saya sangat mendukung program ASIX, dan nursery-nya pun sangat luas dan nyaman, lengkap dengan sterilizer dan juga kulkas. Atasan saya pun sangat pengertian, di awal-awal bekerja saya selalu pulang tenggo demi tidak terlalu banyak mengambil tabungan di freezer. Tapi apa mau dikata, ternyata saya memang masuk golongan kaum marginal. Di saat yang lain sudah laksana sapi perah, saya pulang dengan hasil pas2an. Kebetulan juga Aqila minumnya sangat banyak. Selama ditinggal kurang lebih 8 – 9 jam, bisa habis 600 – 700cc. Sementara saya sudah 2x express di kantor dan tengah malam berusaha express juga, paling pol hanya bisa 500 – 600 cc. Alhasil selalu nombok dari persediaan, dan isi freezer yang sudah saya kumpulkan selama cuti pun ludes dalam waktu tidak sampai 2 bulan.

    Hingga akhirnya sampailah saya di saat harus memutuskan mencampur dengan susu formula, saat Aqila berumur hampir 5 bulan. Ya tidak bisa bohong, saya sedih juga sih – karena rasanya sudah maksimal banget semua usaha. Dari mulai ikut sesi hypno breastfeeding, sampai nguber cari Avent Dual Breastpump sampai ke amazon.com demi efisiensi waktu, dan segala multivitamin dan semua makanan yang katanya ngaruh, sudah saya coba. Tapi ya, tetap tidak bisa. Dan karena saya dan suami sudah memutuskan kita akan pasrah, dan usaha tidak akan sampai ke donor ASI, akhirnya ya pecahlah sebelum 6 bulan.

    Saya sendiri, walaupun sedih, tapi ya tidak lantas jadi kecewa sama diri saya sendiri. Toh saya tahu saya sudah berusaha semaksimal mungkin, dan keyakinan saya, kasih ibu tidak sebatas ASI kan? Bukan berarti tidak bisa memberikan ASIX terus lalu seorang ibu menjadi less of a mother bukan?

    Tapi sayangnya masih ada sebagian yang berpendapat sebaliknya. Saya sering kali melihat di facebook timeline saya, status2 yang bertema seputar “Kasihan sekali anak yang tidak diberikan ASIX oleh ibunya”, atau mendengar teman saya yang sudah tidak bisa memberikan ASIX dikirim2 email tentang segala hal jelek yang akan terjadi pada anaknya nanti, atau what’s even worse: ibu-ibu yang menangisi statusnya yang “Gagal ASIX”. Saya pun tidak jarang dikomentari, “Ah pasti kamu males mompa deh”, atau “mungkin kamu kurang usaha minum katuk etc”, atau “kenapa tidak donor saja sih?” dan sebagainya. Saya tentunya malas mengambil hati, apalagi menanggapi. Sudahlah biar saya saja yang tahu apa yang sudah saya lewati. Sepertinya tidak worth it juga berdebat.

    Saya setuju bahwa ASIX tentunya adalah pilihan terbaik. Tapi kalau tidak bisa terlaksana, apakah yang “gagal” itu harus dihakimi? Apakah lalu kalau yang anaknya ASIX sampai 2 tahun dibilang lulus S1, S2, S3 dan seterusnya kemudian macam anak saya ini lalu dibilang drop out? Mungkin ada yang akan bilang saya terlalu sensitif saja karena bukan termasuk golongan yang sukses men-S3-kan anaknya, tapi ya kenyataannya memang ada saja kok yang mencemooh ibu-ibu yang kurang berhasil memberikan ASIX, jadi gimana tidak mau sensitif ya haha ;P

    Buat saya, tidak ada istilah gagal ASIX. Saya percaya semua ibu pasti akan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Dan mungkin saja tidak memberikan ASI adalah yang terbaik untuk anaknya. Seperti teman saya, ada yang tidak bisa memberikan ASI karena harus minum obat untuk penyakit darah tinggi dan jantung, yang berarti dia tidak boleh menyusui. Ya tentunya dia memilih minum obat dong daripada ngoyo memberikan ASI. Apakah itu bisa disebut gagal? Saya rasa tidak ya. Tapi sayangnya, seperti cerita teman saya itu, masih ada saja orang yang mencibir saat dia memberi susu formula untuk anaknya, tanpa tahu backgroundnya.

    Sebagai sesama ibu, sesama orang tua, sudah seharusnya kita saling mendukung dan tidak menghakimi. Sekali lagi, saya percaya bahwa every mother loves their children more than life itself, dan akan selalu berusaha memberikan yang terbaik. Walaupun itu mungkin bukan dalam bentuk ASIX. Pasti banyak kan ibu-ibu masa kini yang dulu tidak diberikan ASIX oleh ibunya dulu, entah karena tidak bisa, atau belum mengerti hebatnya ASI. Tapi tidak berarti ibu kita tidak lantas tetap jungkir balik memberikan yang terbaik untuk kita kan?

    Jadi, yuk kita tidak lagi menggunakan istilah “Gagal ASIX”, atau berkomentar negatif tentang yang tidak memberikan ASIX. Karena kasih ibu tidak sebatas ASI, dan terlebih lagi, because everybody should just mind their own business :)


  3. 366. Happy 1st Birthday, Baby Q! #365Q

    August 12, 2012 by dessey

    July 12, 2012

    Happy Birthday, Baby! You have no idea how you’ve made our lives happier the past year :)

    20120812-092800.jpg

    20120812-092849.jpg

    20120812-092918.jpg

    20120812-092945.jpg


  4. 365. BuYa’s Birthday & Pilkada #365Q

    August 12, 2012 by dessey

    July 11,2012

    Ikut tiup lilin dan milih. Dilatih eksis sejak dini xD

    20120812-092029.jpg

    20120812-092051.jpg


  5. 363. The Elmo Madness Continues #365Q

    August 12, 2012 by dessey

    July 9, 2012

    Elmo madness still continues. Ini juga oleh2 dari Aki-Nini. Didukung banget ini emang kayaknya kecintaan terhadap Elmo ^^;;

    20120812-091457.jpg


  6. 362. Lunch with Elmo #365Q

    July 8, 2012 by dessey

    July 8, 2012

    Got this from the grandparents and now she’s taking Elmo to lunch ;P

    20120708-223734.jpg


  7. 361. Elmo Calls #365Q

    July 8, 2012 by dessey

    July 7, 2012

    Currently crazy for Elmo Calls app on my iPhone.

    20120708-223439.jpg

    20120708-223516.jpg
    Kalau dimatiin gayanya langsung lebay gini ^^;;


  8. 360. Toilet Training #365Q

    July 8, 2012 by dessey

    July 6, 2012

    Latihan duduk di sini. Nda ada hasilnya sih, tapi biar biasa aja dulu deh.
    Mukanya kenapa udh menghayati gitu yah….

    20120708-223307.jpg


  9. 358. Thomas Book Club #365Q

    July 8, 2012 by dessey

    July 4, 2012

    Hobi baru: makan sambil “baca”

    20120708-221127.jpg


  10. 355. Another Fine Sunday #365Q

    July 8, 2012 by dessey

    July 1, 2012

    20120708-220627.jpg
    Sama-sama baru bangun tidur

    20120708-220702.jpg
    Muka melas dipaksa emak pake bando gede ;P

    20120708-220743.jpg
    Sakses tidur pake seat belt cover baru :D